perbincangan malam dgn larva yg terengah, bahkan gemericik air tersublimasi tak pernah menyerah, menemani labirin yg terpapar keniscayaan tak terduga, bila memang harus juga melewatinya.
Sepantasnya, riak memberi kesempatan utk direnangi, meski harus bersabung dengan harapan yg terlampaui, noktah lumpur yg ditunggu bersemi, esok.
Inilah, tak selayak jadi alasan, walau kenyataanlah yg ada, Aku mesti terima, bahkan hingga hari ini. 29 Juli 73-05
sewajarnya kita nikmati perjalanan yg ditempuh, keeratan komunitas yg telah terbangun, sejarak mentari setia menemani, dan malam yg memberi kita simpati.
Selayak aku memberi apresiasi, pd komunitas ini, yg memberi inspirasi dan cinta, bahkan hingga kita di garis batasnya.
Maka, bukanlah lekang kesabaran, bila saat ini tiba, karena komunitas ini tak kan pernah pudar, aku tak percaya bila harus melepas sekolahan kita, universitas INDOOR. 280805
aku masih harus berjalan, mengitari batas harapan kali ketiga, tak semestinya letih mengusung jejak nalar tersisa, tersirami hujan yg turun awal malam.
Ya, tak layak berduka mengingatnya, bila mereka tak menatap sempurna, bahkan ketika mantap kaki melangkah, menepuk ciprat masa yg tak terduga.
Inilah saat, persabungan yg kita tantang, ke depan, utk menjejak pd air beriak, bahkan bila mesti meleburkan batas nalar, hingga mereka terpana. 1709




struktur utk “more” pada bilingual LANG SWITCH wp:
<!–more[lang_id]BACA TERUS YA…[/lang_id][lang_en]CONTINUE READING, PLEASE…[/lang_en]–>